MALAM MINGGU TANPA TUJUAN

Aku memiliki janji untuk berjumpa di Pejaten Vilage dengan kawanku dia adalah Husni. Kebetulan hari ini dia sedang ada acara pernikahan saudaranya yang ada di Jakarta. Sudah tidak sabar untuk berjumpa dengannya, karena banyak cerita yang harus kita bagi. Jam di Handphone menunjukan pukul 17:10 WIB posisiku sudah ada di halte. Tiba-tiba aku membaca inbox chat dari Husni, ia memberi kabar jika harus kembali ke Garut malam ini. Terbesat dalam pikiranku “Aku harus pergi kemana?” Continue reading

Akhirnya Pake Toga

Sebelum ada dititik ini bisa pake toga perjuangannya cukup sangat berat deh. Mulai dari ikut tes berkali-kali untuk bisa lanjut kulia. Musti hidup jauh dari rumah (baca: anak kosan). Sempet merasakan kuliah ditengah kota Bandung (tepatnya di Dago). Menunggu jam kosong kuliah lanjutnya nongkrong di BIP. Pas lagi ujian pagi-pagi di lantai 3 sambil dengerin musik dari salah satu distro di dekat sana. Hidup dikota yang indah ini juga bikin uang bulanan selalu habis sebelum tanggalnya.

Ternyata bisa nikmati kuliah di Bandung ini hanya berlangsung setahun saja, karena lokasi kampus yang harus di pindahkan ke Jatinangor (Kab. Sumedang). Awalnya kesel sih karena akan jauh dari nikamtnya hidup di Bandung, kan gak bisa hidup hedon lagi dong hahaha. Ternyata walaupun pindah tetep gak bisa move on dari Bandung. Nuhun buat pengusaha travel jadi bisa main-main ke Bandung yah. Buat nonton konser, nonton stand up comedy dan main sama temen-temen disana.

 

 

 

 

SAHABAT OROK

“Psikolog mengatakan jika persahabatan berlangsung lebih dari 7 tahun maka persahabatan itu akan berlangsung seumur hidup”

             Sepenggal kalimat diatas mengingatkan gue pada seseorang yang masih sering gue datangi, yaitu Utami P. Ningtyas atau biasa gue panggil Tyas. Orang ini mau-maunya sahabatan dengan gue dari kita TK dan sekarang kuliah pisah juga masih aja sempetin ketemu. Yah, walaupun gue yang selalu main kekosannya. Kapan nih yas lo yang main kekosan gue?

Continue reading

Mengenal Warna – warni

Setelah gue lahir dengan keadaan telanjang bulat dan masih kaya kertas HVS yang masih bersih. Selanjutnya gue di ajari untuk mengenal warna-warni kehidupan. Awalnya gue di ajari warna putih yang katanya mengartikan kemurnian dan kepolosan, memberikan perlindungan, ketentraman, kenyamanan dan memudahkan refleksi. Warna merah dapat membangkitkan energi, hangat, komunikatif, optimis, antusias, dan bersemangat. Memberi kesan sensual dan mewah, meningkatkan aliran darah dalam tubuh, dan berkaitan dengan ambisi. Lalu warna hitam adalah warna yang kuat dan penuh percaya diri, penuh perlindungan, maskulin, elegan, dramatis, dan misterius. Dan masih banyak arti warna yang diajarkan pada gue ini. Continue reading